Kontrasepsi

Kontrasepsi adalah bentuk pencegahan konsepsi/fertilisasi secara sengaja. Berasal dari kata kontra artinya melawan atau mencegah, konsepsi berarti bertemunya ovum dan sperma yang berakibat kehamilan. Pemakaian Kontrasepsi bertujuan untuk menunda, menjarangkan atau mencegah terjadinya kehamilan.
Kontrasepsi dapat dicapai dengan berbagai cara:

1. Mencegah pelepasan telur dewasa dari gonade dengan sistem hormonal.
Ada berbagai metode kontrasepsi hormonal, antara lain melalui mulut/oral (pil KB), melalui vagina (cincin vagina), ditempelkan pada kulit (koyo KB), ditanam di bawah kulit (implant), maupun diinjeksikan ke dalam otot (suntik KB).Hormon yang digunakan untuk mencegah konsepsi meliputi progestin (suatu senyawa yang mirip dengan hormon progesteron) dan estrogen. Metode hormonal mencegah kehamilan dengan cara menghambat pelepasan sel telur dari ovarium dan mengentalkan mukus/lendir serviks, sehingga sperma tidak bisa dapat melewati serviks menuju ke uterus. Dalam penggunaannya, metode-metode hormonal memiliki efek samping dan batasan/larangan yang hampir sama.
    Pil KB
    Pil KB merupakan tablet pencegah kehamilan yang mengandung hormon sintetis, efektif bekerja apabila diminum secara teratur. Diminum segera setelah selesai menstruasi atau setelah keguguran atau setelah melahirkan ibu tidak menyusui anaknya. Bila ibu melahirkan dan menyusui, pemakaian pil ditunda 6 bulan setelah kelahiran. 
    Suntikan KB
    Suntikan KB dengan hormon sintetis progesteron atau gabungan progesteron dan estrogen untuk mencegah kehamilan selama jangka waktu tertentu (antara 1 – 3 bulan). Penambahan hormon tersebut ke dalam tubuh menyebabkan ovulasi terhambat, endometrium tidak siap menerima konsepsi embrio dan terbentuknya lendir pekat yang menutup cervix menghalangi penetrasi sperma. 
    Susuk KB (implant)
    Berupa kapsul kecil dan tipis mengandung progestin atau progesteron sintetis yang disusupkan di bawah kulit lengan atas. Pemasangan implant tidak memerlukan jahitan pada kulit. Sedikit demi sedikit implant akan melepaskan progestin ke dalam aliran darah. Ada 2 jenis implant yaitu norplant dengan masa kerja 5 tahun dan implanon dengan masa kerja 3 tahun. Pelepasan implant lebih sulit dari pemasangannya, karena jaringan di bawah kulit disekitar implant menjadi lebih tebal oleh sebab itu memerlukan sayatan pada kulit.
2. Mencegah bertemunya ovum dan sperma
Dapat dilakukan secara alami tanpa alat kontrasepsi maupun dengan menggunakan alat kontrasepsi.
    Pantang berkala (metode ritme)
    Merupakan KB alami tanpa alat kontrasepsi yaitu dengan menghindari koitus pada masa subur.
    Koitus interuptus (sanggama terputus)
    Merupakan KB alai tanpa alat kontrasepsi yaitu melakukan koitus, tetapi ejakukasi dilakukan diluar vagina.
    Karet KB
    Berupa kondom (untuk pria) dan diafragma atau penutup cerviks (pada wanita).
    Kondom merupakan alat kontrasepsi berupa kantung tipis berbahan karet/lateks, dipakai pada penis dalam keadaan ereksi. Berperan menahan/menampung air mani agar tidak masuk ke saluran reproduksi wanita dan mencegah penularan PMS. Kondom yang terbuat dari lateks merupakan satu-satunya metode kontrasepsi yang dapat melindungi terhadap penyakit infeksi seksual, termasuk infeksi HIV.
    Diafrgma berupa kap berbentuk bulat cembung, terbuat dari lateks (karet), pemakaiannya dengan cara dimasukkan ke dalam vagina menutup serviks sebelum coitus. Diafragma berperan mencegah masuknya sperma ke dalam uterus dan tuba falopii. Pemakaian karet KB biasanya dikombinasikan dengan spermisida.
    Spermisida
    Berupa zat kimia yang dapat melemahkan atau mematikan sperma; antara lain tissu KB. Tissu ini berbentuk lembaran selaput tipis berukuran 10 x 10 cm, dapat larut dalam vagina. Selain tissu spermatisida dapat berupa krim, jel maupun busa.
3. Mencegah implantasi blastosis dalam uterus
Dengan menggunakan IUD (Intrautirine Device) disebut juga AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim) yaitu suatu benda kecil yang dimasukkan dalam uterus. Ada beberapa jenis IUD antara lain:
Lippes Loop yang terbuat dari plastik berbentuk spiral
Cooper-T dari bahan plastik berlilit logam Cu berbentuk seperti huruf T
Cooper 7 dari bahan plastik berlilit logam Cu berbentuk seperti angka 7
Multi Load dari bahan plastik berlilit logam Cu bentuk batang dengan dua sayap yang lentur.


4. Mencegah pelepasan gamet secara permanen (sterilisasi)
    Tubectomi (pada wanita): pengikatan tuba falopii/oviduct untuk mencegah masuknya ovum ke dalam uterus. Tubectomi mengakibatkan wanita bersangkutan tidak akan memperoleh keturunan lagi dan bersifat permanen. Untuk itu metode ini hanya diperuntukkan bagi mereka yang memang tidak ingin atau tidak boleh memiliki anak (karena alasan kesehatan).
    Vasectomi (pada pria): pengikatan/pemotongan vas deferens untuk mencegah masuknya sperma pada uretra.
Setiap kontrasepsi memiliki kelebihan dan kekurangan serta tingkat keberhasilan yang berbeda-beda. Untuk itu perlu konsultasi pada dokter untuk memutuskan jenis kontrasepsi yang akan dipakai.
Informasi kontrasepsi perlu diketahui oleh para remaja sebagai bekal kelak dalam membina rumah tangga.
Alat kontrasepsi digunakan pada program keluarga berencana untuk menunda, mengatur dan mencegah kehamilan pada pasangan yang telah menikah. Remaja tidak menggunakan kontrasepsi karena remaja yang tangguh dan berkualitas tidak melakukan seks sebelum menikah.
     

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar